Berita

Mulai Konstruksi Proyek DME yang Dipimpin Bukit Asam pada Kuartal I 2028

Proyek hilirisasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) yang dipimpin oleh PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) dijadwalkan akan memasuki fase konstruksi pada kuartal pertama tahun 2028. Inisiatif ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor energi.

Rencana Konstruksi Proyek DME

Berdasarkan presentasi yang disampaikan dalam RDP bersama Komisi XII DPR pada tanggal 13 April 2026, proyek DME direncanakan akan memulai tahap konstruksi pada kuartal pertama tahun 2028. Sementara itu, keputusan investasi akhir (Final Investment Decision – FID) untuk proyek ini diperkirakan akan selesai pada kuartal ketiga atau keempat tahun 2027.

Kapabilitas dan Manfaat Proyek

Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, mengungkapkan bahwa proyek DME ini memiliki kapasitas produksi yang ditargetkan mencapai 1,4 juta ton per tahun. Menurutnya, proyek ini diproyeksikan dapat memberikan nilai tambah yang signifikan, hingga 4,3 kali lipat lebih besar dibandingkan dengan penggunaan batu bara secara langsung.

Arsal menambahkan, “PTBA akan berfungsi sebagai operator pabrik serta penyuplai batu bara, sementara Pertamina akan bertanggung jawab untuk menyerap hasil produksi DME. Proses ini masih terus berjalan, dan kami berharap aspek keekonomian dari proyek ini akan memberikan keuntungan yang lebih baik bagi PTBA.” Ini menunjukkan kolaborasi yang erat antara PTBA dan Pertamina dalam mengembangkan proyek ini.

Lokasi dan Pengembangan Proyek

Proyek hilirisasi ini akan dilaksanakan di Muara Enim, Sumatra Selatan. Lokasi ini dipilih karena ketersediaan sumber daya batu bara yang melimpah, serta infrastruktur yang mendukung untuk mendukung kegiatan produksi DME.

Pentingnya Ketahanan Energi Nasional

Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menjelaskan bahwa inisiatif DME ini sangat penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional. MIND ID berkomitmen untuk berperan aktif dalam proyek DME ini sebagai upaya untuk menekan ketergantungan pada impor LPG yang selama ini menjadi tantangan bagi sektor energi Indonesia.

Maroef juga menegaskan bahwa PTBA telah menyiapkan pasokan batu bara yang diperlukan sebagai bahan baku untuk produksi DME. “Kami sudah mengalokasikan cadangan batu bara dengan kalori rendah yang akan digunakan sebagai bahan baku DME, termasuk kawasan industri yang diperlukan,” imbuhnya.

Koordinasi dan Dukungan untuk Keberhasilan Proyek

Meskipun proyek DME menjanjikan banyak keuntungan, Maroef mengingatkan bahwa keberhasilan program ini memerlukan koordinasi yang terintegrasi antar sektor. Hal ini mencakup kajian proyek yang mendalam serta dukungan dari regulasi dan kebijakan yang mampu memastikan kelangsungan proyek DME dalam jangka panjang dan optimalisasi nilai tambah bagi negara.

Tantangan dan Proyeksi Konsumsi LPG

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, juga menekankan bahwa proyek DME ini menjadi penting untuk menekan angka impor LPG. Menurut proyeksi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), konsumsi LPG nasional diperkirakan akan mencapai 10 juta metrik ton pada tahun 2026, sementara produksi domestik hanya berkisar antara 1,3 hingga 1,4 juta metrik ton.

Pernyataan ini menyoroti adanya kesenjangan yang signifikan antara konsumsi dan kapasitas produksi dalam negeri, yang menjadi alasan mendasar untuk pengembangan proyek DME.

Status Proyek DME

Terbaru, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan bahwa proyek DME saat ini berada dalam tahap finalisasi di Danantara. “Proyek DME hampir selesai difinalisasi oleh Danantara,” ungkap Bahlil setelah pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto pada 11 Februari 2026.

Pernyataan ini memberikan harapan bahwa proyek DME akan segera mendapatkan lampu hijau untuk melanjutkan ke tahap konstruksi, serta mendukung upaya pemerintah dalam memastikan kemandirian energi bagi masyarakat Indonesia.

Kesimpulan

Dengan pelaksanaan proyek DME yang direncanakan pada tahun 2028, PT Bukit Asam dan mitranya berkomitmen untuk menciptakan inovasi dalam sektor energi. Melalui kolaborasi yang kuat dan dukungan dari berbagai pihak, proyek ini diharapkan mampu meningkatkan ketahanan energi nasional dan memberikan solusi yang berkelanjutan dalam memenuhi kebutuhan energi masyarakat.

Related Articles

Back to top button