Bapenda Kabupaten Serang Percepat Digitalisasi Pajak dan Retribusi di Seluruh Desa

Digitalisasi pajak dan retribusi daerah telah menjadi kebutuhan mendesak di era modern ini. Kabupaten Serang, yang terletak di provinsi Banten, tidak ingin ketinggalan dalam hal ini. Dengan tujuan untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan transaksi pajak dan retribusi, Bapenda Kabupaten Serang menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Hotel Swis-Belinn Cikande pada Rabu, 15 April 2026. Pertemuan ini menjadi langkah awal yang penting dalam mengimplementasikan sistem digitalisasi pajak kabupaten Serang secara menyeluruh.
Peran Penting Kepala Daerah dalam Digitalisasi Pajak
HLM perdana ini dihadiri secara langsung oleh Bupati Ratu Rahmatuzakiyah, yang menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung langkah digitalisasi pajak. Kehadiran bupati tidak hanya menjadi simbol dukungan, tetapi juga memberikan motivasi tambahan bagi Lalu Farhan Nugraha, Kepala Bapenda Kabupaten Serang, dan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat.
Lalu Farhan Nugraha mengungkapkan harapannya bahwa dukungan dari Ibu Bupati akan memacu semangat semua pihak di dalam pengelolaan pendapatan daerah. “Kami berharap dengan adanya dukungan ini, teman-teman di bidang pendapatan daerah akan lebih giat dalam memberikan edukasi dan mempercepat proses digitalisasi sistem transaksi,” ujarnya.
Menghadirkan Kemudahan Transaksi di Seluruh Desa
Proses digitalisasi yang sedang dijalankan bertujuan untuk memudahkan masyarakat melakukan transaksi pajak di seluruh 326 desa yang ada di Kabupaten Serang. Pemkab Serang bekerja sama dengan bank mitra, seperti Bank Jabar dan Bank Banten, untuk memperluas akses pembayaran non-tunai. “Kami tidak mengembangkan aplikasi khusus, tetapi bekerja sama dengan bank mitra. Masyarakat dapat melakukan transaksi menggunakan berbagai metode, termasuk QRIS, virtual account, DANA, dan saluran digital lainnya,” jelas Farhan.
Dengan adanya perubahan rekening kas umum (RKU), Bank Banten tetap menyediakan layanan yang memudahkan transaksi agar masyarakat dapat melakukan pembayaran melalui Bank BJB dengan tetap nyaman.
Mobil Keliling: Inovasi Edukasi Pajak
Transformasi dari sistem pembayaran konvensional ke digital menjadi salah satu fokus utama Bapenda untuk memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah penggunaan mobil keliling yang berfungsi sebagai alat edukasi bagi masyarakat. “Mobil keliling ini menjadi ujung tombak dalam memberikan edukasi kepada warga. Selain itu, masyarakat juga dapat melakukan pembayaran pajak secara langsung di mobil keliling,” tambah Farhan.
Mencapai Capaian Tinggi Sebagai Role Model Nasional
Program Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) di Kabupaten Serang telah berjalan sejak awal tahun ini dan kini menjadi role model di tingkat nasional. Dengan capaian 95%, Kabupaten Serang menjadi yang tertinggi di Indonesia dan telah diminta untuk berbagi pengalaman di forum nasional. “Ini adalah tantangan besar bagi kita untuk memastikan masyarakat benar-benar memahami bahwa era sekarang adalah era transparansi dan akuntabilitas. Semua transaksi dapat dilihat, dan tidak perlu khawatir jika tidak ada cap basah, karena bukti digitalnya diakui secara sah,” tegas Farhan.
Peningkatan Kapasitas ASN dalam Digitalisasi
Untuk mendukung keberhasilan program digitalisasi ini, Bapenda telah mengadakan pelatihan bagi petugas pajak sejak tahun lalu. Tujuannya adalah untuk memastikan petugas pajak mampu menjelaskan sistem yang ada kepada masyarakat secara komprehensif. “Sosialisasi barcode yang dilakukan sudah langsung terhubung dengan bank mitra. Hampir semua layanan sudah tercover, dan targetnya adalah menyelesaikan semua ini tahun ini,” ungkap Farhan.
Di masa depan, Bapenda juga berencana untuk mengirimkan aparatur sipil negara (ASN) untuk belajar di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Hal ini bertujuan agar mereka tidak hanya memahami proses elektronifikasi, tetapi juga aspek perhitungan dan penagihan pajak. “Dengan cara ini, kami berharap lebih banyak ASN yang memahami proses bisnis di Bapenda secara menyeluruh,” tutup Farhan.




