Bupati Tapsel Distribusikan Bantuan Presiden kepada Korban Bencana Huntara Simatohir Jelang Lebaran

Tepat sebelum perayaan Idul Fitri 1447 H, Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan Pasaribu, mengambil langkah proaktif untuk membantu warga yang terkena dampak bencana tanah longsor yang melanda Desa Panobasan Lombang, Kecamatan Angkola Barat pada November 2025.
Aksi Nyata Bupati Tapsel
Bantuan ini diberikan secara langsung oleh Bupati Gus Irawan di hunian sementara (huntara) yang berlokasi di lahan PTPN IV Desa Simatohir pada Senin, 16 Maret 2026. Dengan kehadirannya, Bupati juga mendengarkan langsung kebutuhan para ibu yang tinggal di huntara.
Bantuan Presiden untuk Korban Bencana Huntara Simatohir
Bantuan yang diberikan merupakan bagian dari program bantuan presiden yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Gus Irawan juga menyampaikan harapannya agar bantuan ini dapat membantu meringankan beban warga yang terkena dampak bencana, khususnya menjelang perayaan Idul Fitri.
Pembangunan Hunian Tetap dan Sekolah Dasar
Lebih lanjut, Gus Irawan menjelaskan bahwa pembangunan huntara Simatohir akan terus berlanjut hingga menjadi hunian tetap (huntap). Selain itu, di lokasi ini juga telah dibangun sebuah sekolah dasar untuk memfasilitasi kegiatan belajar anak-anak dari Desa Panobasan Lombang.
Pentingnya Menjaga Kebersihan
Bupati Gus Irawan juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan di huntara Simatohir. Ia bahkan melarang warga untuk memelihara hewan ternak di lokasi ini. Alasannya adalah untuk mencegah penyebaran penyakit yang bisa berasal dari sampah dan hewan ternak.
Keberlanjutan Pasokan Air Bersih
Salah satu warga huntara, Dalijaro Mendrofa, mengungkapkan bahwa air bersih masih menjadi kendala utama selama dua pekan mereka tinggal di huntara. Meskipun telah disediakan tanki air, namun air tidak mengalir ketika keran dibuka. Kendala ini masih menjadi perhatian dan diharapkan bisa segera terselesaikan.
Tanggapan Warga Terhadap Larangan Beternak
Terkait larangan beternak di huntara Simatohir, Mendrofa menganggap hal tersebut bukan masalah besar. Menurutnya, warga masih bisa beternak di kampung masing-masing dan menjaga kebersihan di huntara. Bahkan, sebagian besar warga telah menjual hewan ternaknya dengan harga murah setelah bencana terjadi.
Adanya bantuan presiden korban bencana huntara Simatohir ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang terkena dampak bencana, serta memberikan semangat baru bagi mereka untuk bangkit dan memulai kehidupan baru di hunian yang lebih layak dan aman.